semua tulisan2 saya ada di blog yang wordpress... jadi updatenya disana... kalo blog ini jarang banget di buka... buat yang mo tahu saya silahkan kunjungi di
pipin217.wordpress.com/
trima kasih dah berkunjung
Tugas NGN kuliah ITT
Hemm…, baru kali ini dapet tgas kuliah tapi di upload via blog masing-masing, jadi mulai aktif lagi deh di dunia blog… tapi kalo dipikir2 lebih enak kayak gini.. lumayan hemat kertas (hemat kertas=hemat tinta=hemat uang) yo kita mulai…Go-Blog=>Mode on…..
First: what is Megaco? Megaco adalah implementasi dari arsitektur Media Gateway Control Protocol yang berfungsi untuk mengontrol Media Gateway dalam jaringan IP (Internet Protokol) dan PSTN (Public Switched Telephone Network). Megaco berfubgsi untuk mengontrol Media Gateway agar dapat mensupport aliran data multimedia melalui jaringan komputer.
Second:Algoritma untuk Circuit Switched?
Algoritma yang biasa digunakan pada circuit switch adalah algoritma bellman ford dan djikstra algoritma ini digunakan karena dapat menentukan jarak terpendek dan delay terkecil yang akan dimiliki suatu media transmisi.Algoritma Djikstra algoritma djikstra digunakan untuk mencari jalur terpendek sedangkan Algoritma Bellman Forddigunakan untuk mencari waktu delay terpendek yang telah di estimasikan terlebih dahulu.
Third: Posisi Time Slot saat melakukan conference?
posisi time slot saat melakukan conference berada di awal, karena diperlukan untuk melakukan identifikasi awal pada saat melakukan conference.
Fourth: PLMN itu circuit switched kah?????????????
Public Land Mobile Network (PLMN) saat ini masih menggunakan sistem circuit switched. Jika saat melakukan komunikasi, terlebih jika akan melakukan komunikasi suara tidak mendapatkan kanal maka koneksi tidak bisa dilanjutkan. Pada saat tidak mendapatkan kanal maka pembangunan hubungan akan menunggu kanal sampai kosong sampai waktu tertentu, jika masih penuh maka akan dilakukan dropcall.
Fiveth: RSVP vs Bandwidth Shaping/limiter?
Bandwidth Shaping/limiter merupakan proses manipulasi, pengaturan, atau pengontrolan (shaping) pada koneksi jaringan ke arah dunia luar. Bandwith shaping ini berfungsi untuk membatasi pemakaian bandwith pada user. Sedangkan RSVP(Resource Reservation Protocol) adalah protokol QoS yang diimplementasikan untuk Integrated Services (RFC 2005). Ketika VoIP pertama kali diperkenalkan sebagai salah satu komponen yang digunakan untuk menyediakan call admission control dan QoS untuk VoIP. RSVP bisa berjalan baik dalam jaringan IP.
Protokol RSVP digunakan oleh router untuk mengirim permintaan QoS pada semua router lain. Tanggapan terhadap permintaan ini adalah pemesanan sumber daya (resource reservation) pada jalur yang akan digunakan oleh aplikasi. RSVP memungkinkan router memesan bandwidth yang cukup pada interface untuk meningkatkan performansi dan kualitas dari Jaringan.
Sixth: resume NGN Architecture
NGN adalah jaringan yang berbasis IP dan dapat mengintegrasikan layanan-layanan ang sudah ada.konsep architecture NGN adalah Pemisahan antara layanan dan transport, Personal dan Terminal Mobility, Resource dan Admission Control, Pemilihan QoS dan Control, Accomodation of legacy terminals and systems.
Berikut pembagian blok fungsi pada NGN
· Fungsi transport
· Fungsi Kontrol Transportasi
· Fungsi end user
· Fungsi management
1. Blok Fungsi Transport
1.1 fungsi transport:
a. Fungsi network access
b. Fungsi Edge
c. Fungsi core transport
d. Fungsi Gateway
e. Fungsi handling media
1.2 Fungsi transport control
a. Resource and Admission Control Functions (RACF)
b. Network Attachment Control Functions (NACF)
1.3 Fungsi user profile transport
2. Blok Fungsi Service
2.1 Fungsi service control
2.2 Fungsi services dan aplikasi
2.3 Fungsi service user profile
3 Fungsi End User
4 Fungsi Management
kalo ada yang pernah dengar kata2 “mulutmu harimaumu”, mungkin itu memang ada benarnya , salah kata dikiiiit aja dalam pengucapan seseorang, bisa jadi menyebabkan sakit hati yang dalem buangeet.
nah kalo kata-kata dalam pengucapan dg “bahasa bicara” aja yang di ucapkan dengan intonasi yang bervariasi bisa salah arti, apalagi kata-kata yang di ucapkan dengan “bahasa tulis”yang tidak punya intonasi sama sekali???
“bahasa tulis” itu lumayan lebih susah jika di bandingkan dengan “bahasa bicara”,kalo misalnya kita bicara, kita bisa mengontrol emosi orang lain dengan menggunakan intonasi dan gaya bahasa yang kita mainkan, tapi kalo kita menggunakan media tulisan untuk menyampaikan sesuatuu…. ., bisa jadi apa yang kita maksudkan dalam tulisan itu berbeda penafsiran dengan orang lain.
contoh sederhananya aja, kata “ya” bisa jadi beda penafsiran jika di ucapkan dan jika dituliskan.
contoh kasus
1. pembicaraan 2 orang
fulan A: “akh besok qita ada liqa?”
fulan B: “ya”(dengan intonasi biasa).
2. pertanyaan yang sama, tapi via sms
fulan A sms : assalamualaykum akh besok qita ada liqa?.
balasan fulan B: waalaykumsalam ya.
di kasus pertama mungkin si fulan A hampir dipastikan tidak ada masalah dengan jawaban seperti itu, bahkan mungkin tak akan menimbulkan tafsiran yang “bukan-bukan” , tapi kalo di kasus yang ke-2 bisa jadi si fulan A langsung berfikir ” apa fulan B marah ya…., kok jawabannya cuma gitu???”, padahal si fulan B tidak ada maksud marah, tetapi hanya sekedar menjawab pertanyaan dari Fulan A.
nah kalo hanya sekedar kata “ya” bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda. .., apa lagi dengan kata-kata yang lain???. makanya yuk belajar menulis, jangan sampai tulisan kita menimbulkan ambiguitas yang bisa menjadikan “tulisan kita harimau kita”, jadikanlah tulisan-tulisan kita sebagai tali ikat yang digunakan untuk mengikat ilmu-ilmu yang kita cari.
“bahasa tulis”juga perlu kita latih, jangan sampai kita hanya pandai bicara tapi tak pandai menulis…, mau di apakan ilmu-ilmu kita(kalo punya-red)?? kan kita ga hidup selamanya… , kalo kita hidup selamanya… , kita bisa selalu menjelaskan sesuatu ke orang lain dengan ucapan-ucapan kita, sehingga semuanya bisa di jelaskan secara terperinci.
jadikan diri kita menjadi generasi yang gemar menulis, bukan generasi yang sia-sia.
generasi yang tak hanya bicara, tetapi menjadi generasi yang selalu ingin menghasilkan suatu karya.